Etika media dalam Beriklan Politik

Iklan politik adalah bagian dari kebebasan berbicara setiap warga negara dan karenanya wajar saja jika mereka yang ingin maju dalam pemilihan presiden (pilpres) 2009 mendatang menggunakan iklan.

Namun untuk beriklan, tetap saja harus memperhatikan etika sehingga Indonesia saat ini yang sudah bisa menjalankan demokrasi dengan baik, bisa juga membangun peradaban yang lebih baik.

Jika ada capres yang memasang iklan demi mau mengangkat dirinya sendiri tanpa menyerang saya kira wajar saja. Namun jika ada yang beriklan terhadap kompetitornya dengan black campaign ataupun negative campaign yang mengutamakan untuk menyerang maka rakyat pun akan muak.

Polemik soal iklan merupakan tontonan yang tidak menarik bagi rakyat miskin. Sekarang ini mari bersama-sama untuk memperbaiki nasib rakyat untuk lebih baik. Pakar Komunikasi dari Universitas Indonesia Effendi Ghazali mengatakan, yang dilakukan Wiranto adalah salah satu bentuk kampanye yang umum dilakukan. “Ada tiga jenis iklan politik, yaitu introducing campaign seperti yang dilakukan Sutrisno Bachir, positioning campaign seperti capres yang peduli pada kemiskinan dan capres yang peduli pada masyarakat dan petani, serta attacking campaign seperti yang dilakukan Wiranto.”

Attacking campaign sendiri menurut Effendi sah saja selama kampanye yang dilakukan tidak memberikan data atau informasi yang tidak akurat, tidak meramalkan sesuatu yang tidak benar.

“Tapi memang dalam komunikasi politik modern, iklan politik yang menyerang sebaiknya dibalas dengan iklan pula,”

Leave a Reply