Changes

Posted in Uncategorized on August 9, 2009 by diannisa

So what’s wrong with my perfecto life. Let’s recap start from I had this adorable beau, not just ordinary beau, but I felt like he’s my best pall ever, I could barely talked with chillexing and he always wisecrack amusing that makes me laugh. My morning’s routine is call him up, therefore by listened , I had a vigor strength for my entire day (believe me, it works). What if we had a small fight or his sounds not enthusiast ? We hung up the phone for few hours. Big fight? That would killing my entire day (am not trying to exaggeration – been delicate no go to work or even forgot to brush the teeth) – the conclusion is he means a lot to me.
One day I had this big crap projects in my office, as always I left my town for a half months, my project sounds tempting, in a fact, stressed is like a dessert to me. Am trying to make it fun but it wont work at all. I did not have well directions. Ok, make it simple – the ideal job suddenly becoming horrible mistaken job. Because of what? If you bought a book by chaos@work then you probably noticed.
I become sentimental person, I can not sleep well, I cried sometimes and I eat a lot – stress eater.
My beau definitely the one that can bring me up again. In a mean time I don’t have a problem with my job at all. My goddamn it horrible second project, honestly the second one my task not as hard as you thought, but I become mental disorder plus I didn’t have a good communication to my beau. He saw me as a blank person. Horrible, isn’t it? and my life seems not so bright like used to. It keeps getting fucked up.

My Perfect Life

Posted in Life on August 9, 2009 by diannisa

 

Nobody has a perfect life. What you see on the screen is the best of the artist.

quotes by Rene Angelil

Perfect life. Well, I had this one before. Felt my life is so perfect. I had a great job with good salaries, good networking and socialize. I had a good education, people will respecting my (unfinished) post grad from reputable university, indeed. I did’t have a problem with those debt collector, by that time money was not my principal issues. My family also excited with the pregnancy of my sibling, and oh not to forget I had a drop-dead-gorgeous beau that am dyingly brides to be. See, my life seems so perfecto. Its true 75% of my friends are truly jealous. My day was fulfilled with excitement, I always got surprising gifts or treats or even words from my beau, he was sooo adorable and definitely always on my side, we rarely to fight-so you all know why my heart pondering goes so deep to my beau. I would say my job is most wanted every people dream about it, like ocasionally free superclass traveling, shopping -purchasing to someone and yes I also bought for my self with their bucks ,  public affairs and media meetings, hardly partying and socializing. My shopping addicts almost killing me. Pheeuw. Almost everyday am off for wine and dine with the best meat ever. With all those thingy in my life, I never forgot how generous GOD and am so grateful. Oooh Watta Life.

A Perfect Life

The evolutionary process has to be continuous and dynamic and unbroken, which means the individual has to be willing to ceaselessly embrace a dynamic evolutionary tension, constantly, constantly, constantly, until the body drops and you’ve squeezed out everything from this physical incarnate existence for the spirit and for the evolutionary process. And that’s all any one of us can do. That’s what we’re actually here to do. When you’ve done that, you have succeeded. You’ve given everythingto your Self, to Life itself, to God. That’s a perfect life.

Andrew Cohen
From a retreat, February 2002

ps: at that time I had a thought I should getting married asap, leave all the bad things and the past times and move on with new chapter. Goin for searching lost soul and the  right path by learning Qoran. Took a journey to Mecca with future hubby crying for our sins and hoping for wishes by pray. That sounds devine.

Its good to be back

Posted in Uncategorized on August 9, 2009 by diannisa

I can not write, means I am happy
When I’m write, means I am sad..
Why do I write now ?
After almost a year I deactive
It means I merely gloomy
why?
Its none of your business
so, what do I want to write about?
Am thinking to write down my absences
And it starts…..NOW

Trip..Tripp..Trip to Bandung (H+2 Lebaran)

Posted in Life with tags , , , , on October 5, 2008 by diannisa

Hmmm..Cerita ini bermula dari mana ya..? langsung aja hari Jumat (3/10) oknum DA (D Ajah) dan oknum YA (Yunita Ajah..hahaha ketauan namanya), kita berdua roadtrip ke Bandung di saat orang-orang pada mudik ke kampungnya masing-masing. Kita keluar dari Jakarta pada pukul 13.18 di temani musik dari radio frequensi 88.00 fm bergantian dengan cd Kerispatih (national anthem Bila Rasaku Ini Rasamu), perjalanan ternyata lancar-lancar aja, ga seperti yang kita bayangin ada kemacetan, tapi…entah bagaimana oknum DA sepertinya lagi bengong (seperti biasa) dan oknum YA lagi asik nelfon2an ehhh kita kebablasan ke Purwakarta, sebagai buktinya kita lampirkan fotonya..untung ada pak polisi ditlantas yang baik hati, karena kita berdua dengan cengar cengir jujur nyasar nanya kemana arah mau balik lagi ke tol..sayangnya pak polisi ini ga sempet kita foto..dan Alhamdulillah akhirnya kita kembali lagi ke jalan yang benar dan tiba di Bandung pada pukul 15.00 tepat dan memutuskan untuk langsung makan siang, lapangan bola boook..Tempat makan siang yang kita pilih ini berdasarkan rekomendasi dari bapak LK, namanya Toko You, lokasinya di Jalan Hasanudin belakang RS Boromeus, dari luar Toko You ini tidak memasang plang atau signage apapun, ini kedua kalinya oknum DA dan YA makan di Toko You, dan mungkin karena faktor lebaran makanan yang di jual disana tidak sekomplit biasanya, tahu gejrot, ribs, bahkan rawon pun habibah book..akhirnya oknum DA memesan nasi ayam goreng kecap mentega (andalannya Toko You) dan teh poci dengan merek Teh Tong Tji (favoritnya bapak DNS), soal rasanya: bumbu kecap menteganya oke, tapi daging ayamnya aga-aga keras gitu, teh pocinya, mantap!..oknum YA memesan mie ayam dan teh hangat manis soal rasa: katanya sih enak (ya abesss lapangan bola juga dese), oh satu hal yang bisa kita rekomendasiin dari Toko You jangan lupa beli rempeyeknya (so crispy..endang bambang jumandang)..makan di Toko You ini kita menghabiskan Rp 64ribu, oh iya rempeyeknya kita beli 2..

Karena cuaca Bandung pada saat itu lagi mendung-mendung bergairah..hahaha..langsung kita mencari penginapan untuk bermalam di daerah Setiabudi, pertama tujuan kita ke Puri Setiabudi, tapi melihat parkirannya aja kayanya penuh banget, akhirnya kita mendapatkan penginapan persis di samping Puri Setiabudi, namanya Casa D’Ladera. Oknum DA dan YA mendapatkan kamar deluxe yang ada garasinya (sepintas kok kaya di hillside ya). Bosen di kamar cuma nonton sinetron best rating, akhirnya kita jalan-jalan cari makan malam menuju Dago Pakar. Oh iya sebenernya oknum DA dan YA sudah berusaha untuk menghubungi masing-masing kerabat di Bandung, tapi semuanya sedang sibuk dengan masing-masing urusannya, ada yang mudik ke Jawa lah, Sukabumi, masih ada urusan keluarga, dll, jadi dengan pedenya oknum DA dan YA capcusan muter-muterin Bandung berdua aja..

Di daerah Dago Pakar terkenal banget sama pemandangannya yang indah, kita bisa melihat suasana paris van java di malam hari, beberapa restoran yang terkenal di daerah itu antara lain Valley, Sierra, The Budapest, Jack’s house (beer house), Selasar (tempat ngopi), dll..tapi tujuan kita ga kesana, Stone Cafe, yak resto yang kita pilih karena lampunya terang kalo kita liat dari bawah..hahahaha..alesan yang ga penting..Begitu masuk kita dilayani oleh waitress yang menanyakan pilihan tempat outdoor atau indoor, untuk outdoor berupa saung-saungan seperti di kampung daun, sedangkan indoor kita masuk ke dalam bangunan rumah mewah yang di sulap menjadi resto, oknum DA dan YA sebenernya memilih untuk di outdoor, tapi karena banyaknya pengunjung akhirnya kita mendapatkan tempat di Indoor lantai 2 dengan pemandangan saung-saung. Mba-mba di Stone Cafe menjanjikan ke kita kalo ada saung yang kosong nanti kita boleh pindah, namun ternyata sampe makanan kita tiba pun saung masih rame.Di stone cafe ini oknum DA memesan sop buntut bakar dan Aqua, oknum YA memesan nasi timbel komplit dan teh dilanjutkan dengan  memesan corona (permulaan yang bagus), sambil makan pengunjung disuguhkan dengan iringan lagu dari homeband Stone cafe. Untuk rasa makanan, menurut DA  sop buntut bakarnya masih belom nendang, ga ada rasa karamel yang meleh di mulut (jadi inget sop buntut bakar yang nendang di daerah kampung Melayu), jadi kayanya sih so-so aja rasanya, untuk kuahnya terpisah di taro di dalam pemanas dengan api yang kadang besar kadang kecil (cukup membantu kalo kita ga bawa lighter/matchess buat ngerokok), rasa kuahnya cukup lumayan, tapi akan menggigit kalo chefnya ga lupa naro cengkeh dan cinnamon..Nasi timbelnya cukup enak menurut oknum YA entah karena kelaparan atau apa..hahahaha..Nasi Timbel komlit ini terdiri dari ayam goreng dilengkapi tahu, tempe bacem, ikan asin, lalapan dan sayur asem. Menurut YA sayur asemnya endaaaang bo..

Lanjut dari Stone Cafe, dengan perut kekenyangan oknum DA dan YA ceritanya pengen ngebir-ngebir dulu, dan mengarahkan mobil ke Cloud 9, meskipun nyasar-nyasar ( terima kasih kepada para kerabat di Bandung yang sudah bersedia menjadi GPS kita) akhirnya sampai juga di cloud 9, tapi..ya Tuhaaann mo ngebir aja kok rame banget, parkiran susah, sempet sih kita di kabarin sama oknum DNL kalo parkiran di cloud 9 susah, tapi telat booook ngasih kabarnya pas kita udah disana..hahahaha..kita coba cari alternatif lain ke 6th sense ini rekomendasi seseorang yang berinisial D.A.N.A (inisial apa nama?), dan ternyata tutup karena lebaran..hahaha..oknum DA dan YA tetep gigih untuk mendapatkan bir di malam hari sebelum balik ke hotel, akhirnya kita memutuskan untuk ke Embargo, PVJ, namun apa daya, laporan pandangan mata dari D.A.N.A memberikan informasi kalo table semua penuuuuuuuuuuhh..hah?! ga bisa apa menyelipkan 2 wanita pengembara dari Jakarta..ya udah nothing to lose juga sih ada di pvj, dari parkiran irama jedangjedung Pure jadi buat kita beralih ke sana..engingeng..begitu sampe atas bisa dibilang ini adalah salah satu crowd Pure yang sepi..meskipun kita ga dapet seat di luar, karena udah di tempatin oleh brondi-brondi bandung, oknum DA dan YA dengan mudahnya menduduki 3 comfy seater di pojokan, sambil memesan Margaritha dan tequila sunrise, sayang kita ga sempet senam aeorbik disana, maka oknum DA dan YA hanya dapat melakukan senam yoga dengan bersila dan meluruskan kaki di sofa (itu saking sepinya) ..pukul 02.00 pagi oknum DA dan YA memutuskan untuk langsung capcusan nekk dari sandang, for healing our day with beauty sleep..sahelaaa..

hari kedua (4/10), grrrrk..grrrk..(critanya bunyi hp vibrate), oknum DA liat jam dulu, yah baru jam 08.00 udah ada yang nelfon aja pagi-pagi gini, ternyata yang menelfon adalah salah satu kerabat kita di Bandung, ALD* (tebak huruf terakhirnya..haha)..harusnya si ALD* ini janji akan menemani malam sabtu dengan 2 tante dari Jakarta..hahahahaha..apologize acceptance! oke..setelah bangun pagi, kita memutuskan untuk brunch di luar hotel sekaligus check out (ini dikarenakan oknum YA harus segera balik ke Jakarta sore hari, karena ada acara..suiiitt suitttt..)..tadinya kita berencana akan brunch di d kiosk (ini rekomendasi dari ALD*), karena oknum YA lagi ngidam batagor dan DA ngidam steak, mobil segera mengarah ke Jl. Imam Bonjol..cukup rame jajanannya yang terkenal dari jl. Imam Bonjol ini Lo Mie nya, oknum DA merekomendasikan Lo Mie ayam jangan lupa pake krupuknya , trus dessertnya es campur mang oyen, hmmmm yummyy…tapi yang di pesen oleh oknum DA dan YA bukan itu..yak, oknum YA memesan seporsi siomay dengan harga Rp 9.000,- dan teh botol, oknum DA memesan chicken beef cheese steak seharga Rp 16.000,- , karena jajanan disana cukup rame, kayanya ga comfy banget buat nongki-nongki lama-lama di sana.. Ga jauh dari Imam Bonjol deket dari Toko You, ada kedai Kopi terkenal, namanya Ngopi Doeloe, kedai ini punya 5 cabang salah satunya yang baru buka di daerah Teuku Umar, cukup nyaman untuk nongki-nongki di sini, pelayanannya hangat dan ramah, ada wi-fi, dilengkapi dengan game box, bahkan ada ruangan yang cukup untuk menampung keluarga yang dilengkapi dengan tv (tapi tergantung juga banyaknya keluarga lo, kalo sekompi 20 orang ga cukup juga), kalo wiken malam kedai ini selalu penuh dengan pengunjung..soal harga? ya Tuhan, ini adalah salah satu yang kita cintai dari Bandung, mursida booook..semua kopi harganya kepala satu..oke..untuk pesenan, oknum DA memesan Ice Monkey yang isinya: espresso, banana dan mocha rasanya hmmmmmmmmm…manis, dan unik, ga kalah rasanya sama kedai kopi kelasan waralaba impor..oknum YA memesan caramel machiato, sounds yummy..sambil menunggu pesanan, oknum DA dan YA sempat bersenda gurau  dengan para barista ngopi doeloe yang ramah (ini sengaja kita lakukan, demi mendapatkan diskon atau minimal buy 1 get 1 free for next visit..hehe), sempat oknum DA mencoba memainkan game box bersama para barista..oiya, lagi asik-asiknya kita melihat atraksi juggling syrup dari barista (ceritanya mereka mau pamer, emang bartender aja yg bisa juggling) eh dateng deh kerabat kita tercinta, ALD* (tetep ditebak huruf belakangnya), nah si ALD* ini memesan …tango jumbo, isinya mangga, stroberi,  dari penampilannya warnanya itu loh menarik, dan rasanya..segerrrr (katanya..), setelah puas ngobras-ngobras akhirnya kita harus capcusan lagi untuk segera balik ke Jakarta

Oke, kita keluar dari Bandung pada pukul 13.44, ternyata dalam sepanjang jalan tol cukup banyak mobil, namun tidak sampe membuat kemacetan, disinilah oknum DA harus akui, kalo oknum YA berhasil menggunakan otaknya untuk konsentrasi dengan jalanan, haha..sepanjang jalan kita tetap diiringi oleh frequensi 88.00 fm (radio Jakarta loh yang hebat bisa tembus sampe Padalarang), cd Kerispatih (dengan anthem yang sama) dan cd Mariah Carey, cuaca pada saat itu mendung, bahkan kita sempet terkena guyuran hujan. Akibat terlalu banyak minum dan dinginnya cuaca membuat kedua oknum harus menahan kencana yang berada di ujung tanduk sampe di pemberhentian pertama, begitu melihat ada tanda sendok garpu, pom bensin, musholla, kedua oknum sempet lega dan terbirit-birit untuk mengantri di toilet umum, tapi..oo ooww..airnya ga nyala book! ga hanya keran airnya aja ternyata, flushnya pun juga ga jalan..di tempat pemberhentian ini cukup padat dengan transitter, maklum arus mudik balik..sialnya oknum DA baru tau saat sudah membeli sebotol besar air mineral (tadinya mo dipake untuk cuci-cuci), dan masuk ke dalam bilik yang ada jackpotnya (ting ting!! selamaaaaattt..), behhh apa daya udah buka celana dan duduk pula, pokoknya yang penting ga usah dibayangkan dan dirasakan..hahaha..sempet mual juga sih..hahaha..melihat oknum DA yang bersuara seperti orang mual, oknum YA langsung ngibrit ke mobil menahan kencana nya sampai di Jakarta (yang penting jangan ngajak dia becanda ketawa-ketawa..tar bablas kencananya..haha)..dan perjalanan pun di lanjutkan, Alhamdulillah kedua oknum tiba dengan selamat pada pukul 16.00 di Jakarta.

Yah kurang lebih begitulah perjalanan kita kali ini…and oh one more thing, we already love Bandung, kulinernya, harganya dan orang2nya yang ramah..

Terapi Autis

Posted in Uncategorized on June 13, 2008 by diannisa

Terapi Perilaku

Terapi perilaku, berupaya untuk melakukan perubahan pada anak autistik dalam arti perilaku yang berlebihan dikurangi dan perilaku yang berkekurangan (belum ada) ditambahkan. Terapi perilaku yang dikenal di seluruh dunia adalah Applied Behavioral Analysis yang diciptakan oleh O.Ivar Lovaas PhD dari University of California Los Angeles (UCLA).

Dalam terapi perilaku, fokus penanganan terletak pada pemberian reinforcement positif setiap kali anak berespons benar sesuai instruksi yang diberikan. Tidak ada hukuman (punishment) dalam terapi ini, akan tetapi bila anak berespons negatif (salah/tidak tepat) atau tidak berespons sama sekali maka ia tidak mendapatkan reinforcement positif yang ia sukai tersebut. Perlakuan ini diharapkan meningkatkan kemungkinan anak untuk berespons positif dan mengurangi kemungkinan ia berespons negatif (atau tidak berespons) terhadap instruksi yang diberikan.

Secara lebih teoritis, prinsip dasar terapi ini dapat dijabarkan sebagai A-B-C; yakni A (antecedent) yang diikuti dengan B (behavior) dan diikuti dengan C (consequence). Antecedent (hal yang mendahului terjadinya perilaku) berupa instruksi yang diberikan oleh seseorang kepada anak autis. Melalui gaya pengajarannya yang terstruktur, anak autis kemudian memahami Behavior (perilaku) apa yang diharapkan dilakukan olehnya sesudah instruksi tersebut diberikan, dan perilaku tersebut diharapkan cenderung terjadi lagi bila anak memperoleh Consequence (konsekuensi perilaku, atau kadang berupa imbalan) yang menyenangkan.

Tujuan penanganan ini terutama adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kepatuhan anak terhadap aturan. Terapi ini umumnya mendapatkan hasil yang signifikan bila dilakukan secara intensif, teratur dan konsisten pada usia dini.

Terapis Wicara
Terapis Wicara adalah profesi yang bekerja pada prinsip-prinsip dimana timbul kesulitan berkomunikasi atau ganguan pada berbahasa dan berbicara  bagi orang dewasa maupun anak.  Terapis Wicara dapat diminta untuk berkonsultasi dan konseling; mengevaluasi; memberikan perencanaan maupun penanganan untuk terapi; dan merujuk sebagai bagian dari tim penanganan kasus.

Ganguan Komunikasi pada Autistic Spectrum Disorders (ASD):
Bersifat: (1) Verbal; (2) Non-Verbal; (3) Kombinasi.

Area bantuan dan Terapi yang dapat diberikan oleh Terapis Wicara:

  1. Untuk Organ Bicara dan sekitarnya (Oral Peripheral Mechanism), yang sifatnya fungsional, maka
    Terapis Wicara akan mengikut sertakan latihan-latihan Oral Peripheral Mechanism Exercises; maupun Oral-Motor activities sesuai dengan organ bicara yang mengalami kesulitan.
  2. Untuk Artikulasi atau Pengucapan:
    Artikulasi/ pengucapan menjadi kurang sempurna karena karena adanya gangguan, Latihan untuk pengucapan diikutsertakan Cara dan Tempat Pengucapan (Place and manners of Articulation). Kesulitan pada Artikulasi atau pengucapan, biasanya dapat dibagi menjadi: substitution (penggantian), misalnya: rumah menjadi lumah, l/r; omission (penghilangan), misalnya: sapu menjadi apu; distortion (pengucapan untuk konsonan terdistorsi); indistinct (tidak jelas); dan addition (penambahan). Untuk Articulatory Apraxia, latihan yang dapat diberikan antara lain: Proprioceptive Neuromuscular.
  3. Untuk Bahasa: Aktifitas-aktifitas yang menyangkut tahapan bahasa dibawah:
    1. Phonology (bahasa bunyi);
    2. Semantics (kata), termasuk pengembangan kosa kata;
    3. Morphology (perubahan pada kata),
    4. Syntax (kalimat), termasuk tata bahasa;
    5. Discourse (Pemakaian Bahasa dalam konteks yang lebih luas),
    6. Metalinguistics (Bagaimana cara bekerja nya suatu Bahasa) dan;
    7.  Pragmatics (Bahasa dalam konteks sosial).
  4. Suara: Gangguan pada suara adalah Penyimpangandari nada, intensitas, kualitas, atau penyimpangan-penyimpangan lainnya dari atribut-atribut dasar pada suara, yang mengganggu komunikasi, membawa perhatian negatif pada si pembicara, mempengaruhi si pembicara atau pun si pendengar, dan tidak pantas (inappropriate) untuk umur, jenis kelamin, atau mungkin budaya dari individu itu sendiri.
  5. Pendengaran:  Bila keadaan diikut sertakan dengan gangguan pada pendengaran maka bantuan dan Terapi yang dapat diberikan: (1) Alat bantu ataupun lainnya yang bersifat medis akan di rujuk pada dokter yang terkait; (2) Terapi; Penggunaan sensori lainnya untuk membantu komunikasi;

PERAN  KHUSUS  dari Terapi wicara adalah mengajarkan suatu cara untuk ber KOMUNIKASI:

  1. Berbicara:
    Mengajarkan atau memperbaiki kemampuan  untuk dapat berkomunikasi secara verbal yang baik dan fungsional.  (Termasuk bahasa reseptif/ ekspresif – kata benda, kata kerja, kemampuan memulai pembicaraan, dll).
  2. Penggunaan Alat Bantu (Augmentative Communication): Gambar atau symbol atau bahasa isyarat sebagai kode bahasa; (1) : penggunaan Alat Bantu sebagai jembatan untuk nantinya berbicara menggunakan suara (sebagai pendamping bagi yang verbal); (2)  Alat Bantu itu sendiri sebagai bahasa  bagi yang memang NON-Verbal.

Dimana Terapis Wicara Bekerja:

  1. Dirumah Sakit: Pada bagian Rehabilitasi, biasanya bekerjasama dengan dokter rehabilitasi bersama tim rehabilitasi lainnya (dokter, psikolog, physioterapis dan Terapis Okupasi).
  2. Disekolah Biasa: Tidak Umum di Indonesia.  Pada bagian Penerimaan siswa baru, biasanya bekerjasama dengan guru, psikolog dan konselor.  Menangani permasalah keterlambatan berbahasa dan berbicara pada tahap sekolah, dan memantau dari awal murid-murid dengan kesulitan atau gangguan berbicara tetapi masih dapat ditangani dengan pemberian terapi pada tahap sekolah biasa.
  3. Disekolah Luar Biasa:  Pada bagian Terapi wicara, bekerjasama dengan guru dan professional lainnya pada sekolah tersebut.  Biasanya memberikan konsultasi, konseling, evaluasi dan terapi
  4. Pada Klinik Rehabilitasi: Praktek dibawah pengawasan dokter, biasanya dengan tim rehabilitasi lainnya,
  5. Praktek Perorangan: Praktek sendiri berdasarkan rujukan, bekerjasama melalui networking.  Biasanya memberikan konsultasi, konseling, evaluasi dan terapi.
  6. Home Visit: Mendatangi rumah pasien untuk pelayanan-pelayanan diatas dikarenakan ketidakmungkinan untuk pasien tersebut berpergian ataupun dengan perjanjian.

Terapi Biomedik

Akhir-akhir ini terapi biomedik banyak diterapkan pada anak dengan ASD. Hal ini didasarkan atas penemuan-penemuan para pakar, bahwa pada anak-anak ini terdapat banyak gangguan metabolisme dalam tubuhnya yang mempengaruhi susunan saraf pusat  sedemikian rupa, sehingga fungsi otak terganggu. Gangguan tersebut bisa memperberat gejala autisme yang sudah ada, atau bahkan bisa juga bekerja sebagai pencetus dari timbulnya gejala autisme.

Yang sering ditemukan adalah adanya multiple food allergy, gangguan pencernaan, peradangan dinding usus, adanya exomorphin dalam otak (yang terjadi dari casein dan gluten), gangguan keseimbangan mineral tubuh, dan keracunan logam berat seperti timbal hitam (Pb), merkuri (Hg), Arsen (As), Cadmium (Cd) dan Antimoni (Sb). Logam-logam berat diatas semuanya berupa racun otak yang kuat.

Yang dimaksud dengan terapi biomedik adalah mencari semua gangguan tersebut diatas dan bila ditemukan, maka harus diperbaiki , dengan demikian diharapkan bahwa fungsi susunan saraf pusat bisa bekerja dengan lebih baik sehingga gejala-gejala autisme berkurang atau bahkan menghilang.
Pemeriksaan yang dilakukan biasanya adalah pemeriksaan laboratorik yang meliputi pemeriksaan darah, urin, rambut dan feses. Juga pemeriksaan colonoscopy dilakukan bila ada indikasi.

Terapi biomedik tidak menggantikan terapi-terapi yang telah ada, seperti terapi perilaku, wicara, okupasi dan integrasi sensoris. Terapi biomedik melengkapi terapi yang telah ada dengan memperbaiki “dari dalam”. Dengan demikian diharapkan bahwa perbaikan akan lebih cepat terjadi.

Integrasi Sensori

Integrasi sensoris berarti kemampuan untuk mengolah dan mengartikan seluruh rangsang sensoris yang diterima dari tubuh maupun lingkungan, dan kemudian menghasilkan respons yang terarah.
Disfungsi dari integrasi sensoris atau disebut juga disintegrasi sensoris berarti ketidak mampuan untuk mengolah rangsang sensoris yang diterima.

Gejala adanya disintegrasi sensoris bisa tampak dari : pengendalian sikap tubuh, motorik halus, dan motorik kasar. Adanya gangguan dalam ketrampilan persepsi , kognitif, psikososial, dan mengolah rangsang.
Namun semua gejala ini ada juga pada anak dengan diagnosa yang berbeda, misalnya anak dengan ASD. Diagnosa disintegrasi sensoris tidak boleh ditegakkan kalau ada tanda-tanda gangguan pada Susunan Saraf pusat.

Terapi integrasi sensoris :
Aktivitas fisik yang terarah, bisa menimbulkan respons yang adaptif yang makin kompleks. Dengan demikian efisiensi otak makin meningkat.
Terapi integrasi sensoris meningkatkan kematangan susunan saraf pusat, sehingga ia lebih mampu untuk memperbaiki struktur dan fungsinya.
Aktivitas integrasi sensoris merangsang koneksi sinaptik yang lebih kompleks , dengan demikian bisa meningkatkan kapasitas untuk belajar.