Trip..Tripp..Trip to Bandung (H+2 Lebaran)

Hmmm..Cerita ini bermula dari mana ya..? langsung aja hari Jumat (3/10) oknum DA (D Ajah) dan oknum YA (Yunita Ajah..hahaha ketauan namanya), kita berdua roadtrip ke Bandung di saat orang-orang pada mudik ke kampungnya masing-masing. Kita keluar dari Jakarta pada pukul 13.18 di temani musik dari radio frequensi 88.00 fm bergantian dengan cd Kerispatih (national anthem Bila Rasaku Ini Rasamu), perjalanan ternyata lancar-lancar aja, ga seperti yang kita bayangin ada kemacetan, tapi…entah bagaimana oknum DA sepertinya lagi bengong (seperti biasa) dan oknum YA lagi asik nelfon2an ehhh kita kebablasan ke Purwakarta, sebagai buktinya kita lampirkan fotonya..untung ada pak polisi ditlantas yang baik hati, karena kita berdua dengan cengar cengir jujur nyasar nanya kemana arah mau balik lagi ke tol..sayangnya pak polisi ini ga sempet kita foto..dan Alhamdulillah akhirnya kita kembali lagi ke jalan yang benar dan tiba di Bandung pada pukul 15.00 tepat dan memutuskan untuk langsung makan siang, lapangan bola boook..Tempat makan siang yang kita pilih ini berdasarkan rekomendasi dari bapak LK, namanya Toko You, lokasinya di Jalan Hasanudin belakang RS Boromeus, dari luar Toko You ini tidak memasang plang atau signage apapun, ini kedua kalinya oknum DA dan YA makan di Toko You, dan mungkin karena faktor lebaran makanan yang di jual disana tidak sekomplit biasanya, tahu gejrot, ribs, bahkan rawon pun habibah book..akhirnya oknum DA memesan nasi ayam goreng kecap mentega (andalannya Toko You) dan teh poci dengan merek Teh Tong Tji (favoritnya bapak DNS), soal rasanya: bumbu kecap menteganya oke, tapi daging ayamnya aga-aga keras gitu, teh pocinya, mantap!..oknum YA memesan mie ayam dan teh hangat manis soal rasa: katanya sih enak (ya abesss lapangan bola juga dese), oh satu hal yang bisa kita rekomendasiin dari Toko You jangan lupa beli rempeyeknya (so crispy..endang bambang jumandang)..makan di Toko You ini kita menghabiskan Rp 64ribu, oh iya rempeyeknya kita beli 2..

Karena cuaca Bandung pada saat itu lagi mendung-mendung bergairah..hahaha..langsung kita mencari penginapan untuk bermalam di daerah Setiabudi, pertama tujuan kita ke Puri Setiabudi, tapi melihat parkirannya aja kayanya penuh banget, akhirnya kita mendapatkan penginapan persis di samping Puri Setiabudi, namanya Casa D’Ladera. Oknum DA dan YA mendapatkan kamar deluxe yang ada garasinya (sepintas kok kaya di hillside ya). Bosen di kamar cuma nonton sinetron best rating, akhirnya kita jalan-jalan cari makan malam menuju Dago Pakar. Oh iya sebenernya oknum DA dan YA sudah berusaha untuk menghubungi masing-masing kerabat di Bandung, tapi semuanya sedang sibuk dengan masing-masing urusannya, ada yang mudik ke Jawa lah, Sukabumi, masih ada urusan keluarga, dll, jadi dengan pedenya oknum DA dan YA capcusan muter-muterin Bandung berdua aja..

Di daerah Dago Pakar terkenal banget sama pemandangannya yang indah, kita bisa melihat suasana paris van java di malam hari, beberapa restoran yang terkenal di daerah itu antara lain Valley, Sierra, The Budapest, Jack’s house (beer house), Selasar (tempat ngopi), dll..tapi tujuan kita ga kesana, Stone Cafe, yak resto yang kita pilih karena lampunya terang kalo kita liat dari bawah..hahahaha..alesan yang ga penting..Begitu masuk kita dilayani oleh waitress yang menanyakan pilihan tempat outdoor atau indoor, untuk outdoor berupa saung-saungan seperti di kampung daun, sedangkan indoor kita masuk ke dalam bangunan rumah mewah yang di sulap menjadi resto, oknum DA dan YA sebenernya memilih untuk di outdoor, tapi karena banyaknya pengunjung akhirnya kita mendapatkan tempat di Indoor lantai 2 dengan pemandangan saung-saung. Mba-mba di Stone Cafe menjanjikan ke kita kalo ada saung yang kosong nanti kita boleh pindah, namun ternyata sampe makanan kita tiba pun saung masih rame.Di stone cafe ini oknum DA memesan sop buntut bakar dan Aqua, oknum YA memesan nasi timbel komplit dan teh dilanjutkan dengan  memesan corona (permulaan yang bagus), sambil makan pengunjung disuguhkan dengan iringan lagu dari homeband Stone cafe. Untuk rasa makanan, menurut DA  sop buntut bakarnya masih belom nendang, ga ada rasa karamel yang meleh di mulut (jadi inget sop buntut bakar yang nendang di daerah kampung Melayu), jadi kayanya sih so-so aja rasanya, untuk kuahnya terpisah di taro di dalam pemanas dengan api yang kadang besar kadang kecil (cukup membantu kalo kita ga bawa lighter/matchess buat ngerokok), rasa kuahnya cukup lumayan, tapi akan menggigit kalo chefnya ga lupa naro cengkeh dan cinnamon..Nasi timbelnya cukup enak menurut oknum YA entah karena kelaparan atau apa..hahahaha..Nasi Timbel komlit ini terdiri dari ayam goreng dilengkapi tahu, tempe bacem, ikan asin, lalapan dan sayur asem. Menurut YA sayur asemnya endaaaang bo..

Lanjut dari Stone Cafe, dengan perut kekenyangan oknum DA dan YA ceritanya pengen ngebir-ngebir dulu, dan mengarahkan mobil ke Cloud 9, meskipun nyasar-nyasar ( terima kasih kepada para kerabat di Bandung yang sudah bersedia menjadi GPS kita) akhirnya sampai juga di cloud 9, tapi..ya Tuhaaann mo ngebir aja kok rame banget, parkiran susah, sempet sih kita di kabarin sama oknum DNL kalo parkiran di cloud 9 susah, tapi telat booook ngasih kabarnya pas kita udah disana..hahahaha..kita coba cari alternatif lain ke 6th sense ini rekomendasi seseorang yang berinisial D.A.N.A (inisial apa nama?), dan ternyata tutup karena lebaran..hahaha..oknum DA dan YA tetep gigih untuk mendapatkan bir di malam hari sebelum balik ke hotel, akhirnya kita memutuskan untuk ke Embargo, PVJ, namun apa daya, laporan pandangan mata dari D.A.N.A memberikan informasi kalo table semua penuuuuuuuuuuhh..hah?! ga bisa apa menyelipkan 2 wanita pengembara dari Jakarta..ya udah nothing to lose juga sih ada di pvj, dari parkiran irama jedangjedung Pure jadi buat kita beralih ke sana..engingeng..begitu sampe atas bisa dibilang ini adalah salah satu crowd Pure yang sepi..meskipun kita ga dapet seat di luar, karena udah di tempatin oleh brondi-brondi bandung, oknum DA dan YA dengan mudahnya menduduki 3 comfy seater di pojokan, sambil memesan Margaritha dan tequila sunrise, sayang kita ga sempet senam aeorbik disana, maka oknum DA dan YA hanya dapat melakukan senam yoga dengan bersila dan meluruskan kaki di sofa (itu saking sepinya) ..pukul 02.00 pagi oknum DA dan YA memutuskan untuk langsung capcusan nekk dari sandang, for healing our day with beauty sleep..sahelaaa..

hari kedua (4/10), grrrrk..grrrk..(critanya bunyi hp vibrate), oknum DA liat jam dulu, yah baru jam 08.00 udah ada yang nelfon aja pagi-pagi gini, ternyata yang menelfon adalah salah satu kerabat kita di Bandung, ALD* (tebak huruf terakhirnya..haha)..harusnya si ALD* ini janji akan menemani malam sabtu dengan 2 tante dari Jakarta..hahahahaha..apologize acceptance! oke..setelah bangun pagi, kita memutuskan untuk brunch di luar hotel sekaligus check out (ini dikarenakan oknum YA harus segera balik ke Jakarta sore hari, karena ada acara..suiiitt suitttt..)..tadinya kita berencana akan brunch di d kiosk (ini rekomendasi dari ALD*), karena oknum YA lagi ngidam batagor dan DA ngidam steak, mobil segera mengarah ke Jl. Imam Bonjol..cukup rame jajanannya yang terkenal dari jl. Imam Bonjol ini Lo Mie nya, oknum DA merekomendasikan Lo Mie ayam jangan lupa pake krupuknya , trus dessertnya es campur mang oyen, hmmmm yummyy…tapi yang di pesen oleh oknum DA dan YA bukan itu..yak, oknum YA memesan seporsi siomay dengan harga Rp 9.000,- dan teh botol, oknum DA memesan chicken beef cheese steak seharga Rp 16.000,- , karena jajanan disana cukup rame, kayanya ga comfy banget buat nongki-nongki lama-lama di sana.. Ga jauh dari Imam Bonjol deket dari Toko You, ada kedai Kopi terkenal, namanya Ngopi Doeloe, kedai ini punya 5 cabang salah satunya yang baru buka di daerah Teuku Umar, cukup nyaman untuk nongki-nongki di sini, pelayanannya hangat dan ramah, ada wi-fi, dilengkapi dengan game box, bahkan ada ruangan yang cukup untuk menampung keluarga yang dilengkapi dengan tv (tapi tergantung juga banyaknya keluarga lo, kalo sekompi 20 orang ga cukup juga), kalo wiken malam kedai ini selalu penuh dengan pengunjung..soal harga? ya Tuhan, ini adalah salah satu yang kita cintai dari Bandung, mursida booook..semua kopi harganya kepala satu..oke..untuk pesenan, oknum DA memesan Ice Monkey yang isinya: espresso, banana dan mocha rasanya hmmmmmmmmm…manis, dan unik, ga kalah rasanya sama kedai kopi kelasan waralaba impor..oknum YA memesan caramel machiato, sounds yummy..sambil menunggu pesanan, oknum DA dan YA sempat bersenda gurau  dengan para barista ngopi doeloe yang ramah (ini sengaja kita lakukan, demi mendapatkan diskon atau minimal buy 1 get 1 free for next visit..hehe), sempat oknum DA mencoba memainkan game box bersama para barista..oiya, lagi asik-asiknya kita melihat atraksi juggling syrup dari barista (ceritanya mereka mau pamer, emang bartender aja yg bisa juggling) eh dateng deh kerabat kita tercinta, ALD* (tetep ditebak huruf belakangnya), nah si ALD* ini memesan …tango jumbo, isinya mangga, stroberi,  dari penampilannya warnanya itu loh menarik, dan rasanya..segerrrr (katanya..), setelah puas ngobras-ngobras akhirnya kita harus capcusan lagi untuk segera balik ke Jakarta

Oke, kita keluar dari Bandung pada pukul 13.44, ternyata dalam sepanjang jalan tol cukup banyak mobil, namun tidak sampe membuat kemacetan, disinilah oknum DA harus akui, kalo oknum YA berhasil menggunakan otaknya untuk konsentrasi dengan jalanan, haha..sepanjang jalan kita tetap diiringi oleh frequensi 88.00 fm (radio Jakarta loh yang hebat bisa tembus sampe Padalarang), cd Kerispatih (dengan anthem yang sama) dan cd Mariah Carey, cuaca pada saat itu mendung, bahkan kita sempet terkena guyuran hujan. Akibat terlalu banyak minum dan dinginnya cuaca membuat kedua oknum harus menahan kencana yang berada di ujung tanduk sampe di pemberhentian pertama, begitu melihat ada tanda sendok garpu, pom bensin, musholla, kedua oknum sempet lega dan terbirit-birit untuk mengantri di toilet umum, tapi..oo ooww..airnya ga nyala book! ga hanya keran airnya aja ternyata, flushnya pun juga ga jalan..di tempat pemberhentian ini cukup padat dengan transitter, maklum arus mudik balik..sialnya oknum DA baru tau saat sudah membeli sebotol besar air mineral (tadinya mo dipake untuk cuci-cuci), dan masuk ke dalam bilik yang ada jackpotnya (ting ting!! selamaaaaattt..), behhh apa daya udah buka celana dan duduk pula, pokoknya yang penting ga usah dibayangkan dan dirasakan..hahaha..sempet mual juga sih..hahaha..melihat oknum DA yang bersuara seperti orang mual, oknum YA langsung ngibrit ke mobil menahan kencana nya sampai di Jakarta (yang penting jangan ngajak dia becanda ketawa-ketawa..tar bablas kencananya..haha)..dan perjalanan pun di lanjutkan, Alhamdulillah kedua oknum tiba dengan selamat pada pukul 16.00 di Jakarta.

Yah kurang lebih begitulah perjalanan kita kali ini…and oh one more thing, we already love Bandung, kulinernya, harganya dan orang2nya yang ramah..

About diannisa

I've never done cruel things or badness. What I do is out for become one who good, a lot of helping people. I am non type one who take a fancy to hypocrisy, dislike, libel and the unrighteous things, as well as liking with too things brighten up. I like with food, its true. But that non something matter which need to lose face or blamed, rite? Just call me foodism. I wish recognized by a many people but really, I dont look for street quickly popularities, I wish they recognize because Im wat Im. Clearly, I love myself by xself, I like by His gift.. Satisfy. Well, it is true not yet enough ( there're no human being enough satisfy), but I out for esteem it. View all posts by diannisa

5 responses to “Trip..Tripp..Trip to Bandung (H+2 Lebaran)

  • amir is in the hood

    umayan detil tulisannya… sampe getaran HP (waktu itu blum beli BB ya?), dan perjalanan kereta kencana pun ada tapi habis baca pas gw scroll down malah ada bacaan autis,….. hilang deh mood baca gw lagi

  • norman p

    waaah nick name D.A.N.A kayanya kenal tuuh, hehehe…
    seru juga yah buat petualangan dua wanita ke bandung, menarik menarik..
    sayang nya kok ga ada foto kalian berdua yaaah???
    di post dong foto2nya..

  • Mahardi Saputra

    tambah 1 cw lagi jadi petualangan majalah 3 cewe badung (zaman dulu bgt ya) he he,cool!

    bisa juga nulis,good job!

  • YA

    gw cm mau protes 2 hal ttg blog nya. pertama, kenapa nama gw dikasi tau, kedua, emang dasar kurang ajar lo,,, gw kan selalu pake otak gw biar kadang2 makenya ga maksimal jg.. hahahahahhaha…. tapi foto2nya kurang bo!! next time tambahin foto orang2 yah,,, maka nya kl mau ke bdg janjian dl atuh sama yg ada disna…… eh, bikin trip yg pertama dong,,, puhleeeaseeee,,,, lebih seruuuu,,,,

  • nulur

    wuahahaha…detail amat ceritanya ampe gue apal tokoh utamanya: DA dan YA. Hehehehe…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: