Visa Ukraina & Polandia

Kalo bicarain Ukraina & Polandia satu kesatuan, pasti tujuannya nonton Euro Cup 2012. Sumpeeeh untung si bos gak pergi, tapi yang pergi anak-anak kantor sebelas orang lah, iya bikin kesebelasan sendiri. Halah!
First thing first, visa making, ya iyalah, kebetulan urusan ini diserahkan ke temen gue, yang disubkan kembali pake agent dokumen yang biasa dia pake. Paspor sudah diserahkan fokus kepada tiket pesawat, hotel, shipment tiket bola ke hotel dan transportasi selama disana. اَلْحَمْدُلِلّهِ disana gue dibantu sama Ibu Tereza, perwakilan KBRI yang mau nalangin dulu tiket train, mau bookingin local flight trus mau di repotin urusan sewa mobil. Makasih ya bu, oh I can’t live without you bu, muahh! Hahaha. H-3 mulai deg-degan nih visa belom jadi. Dipikir kaya biasa visa selalu jadi last minute, hari kamis temen gue cek ke agent masalah visa, katanya ditolak. What? Gue sama temen gue sampe ke kedutaan Ukraina di WTC tempatnya minimalis booo! Konsular menolak dokumen alesannya ga ada tiket bola asli. Gue jelasin kalo kita beli online, udah dilampirin juga konfirmasi pembayaran, korespondensi tiket dikirim ke hotel. Oke konsular percaya. Trusssss dokumen gue gak diterima soalnya udah lewat dari jam 12, udah tutup dan Jumat kantornya tutup untuk urus visa. Ma’jrottt!! Rasanya mulessss. Agent dokumen gue gak bisa menjelaskan ke konsular tentang tiket online, selama ini selalu dibilang dokumen gue kurang tiket asli yaitu tiket pesawat. Gue agak bingung sih, bukannya bisa ya booking tiket pesawat dulu? Dan ternyata bisa kok. Wahhh parah nih agentnya, gak ngerti bahasa inggris kayanya. Trus gue tanya yang Polandia gimana nasibnya? Karena selama ini dia bilang udah-udah aja, dan yang di otak gue, sama kaya kasus visa Portugal yang bisa dipinjam paspor, setelah dipinjam paspor dibalikin untuk distikerin. Ternyata oh ternyata, belom sama sekali alesannya di tolak ga ada tiket bola. WHAT!!! Nyai mulai murka darah naik ke kepala, rasanya pengen ngunyah menyan trus lempar ke mereka! Jangankan gue, si bos pun juga marah hebat. Oke ga ada waktu buat salah2in orang, waktunya memperbaiki. Jadilah hari Jumat pagi dengan bekal bimbingan dari kemenlu, telfon sana sini, sang konsular mendapat titah untuk menerima GUE dan temen2 Gue ( accent abg gaol pake qalqalah kubro) untuk apply visa. Pastinya diterima dengan dingin ala bule yang nyindir2 dulu, cerita cepetnya gue dateng jam 9 pagi, dikerjain sama dia jam 2 siang, jadi jam 6 sore visanya.
Trus yang Polandia gimana? Karena kemalaman ngurus visa ukraina, mereka nyuruh gue dateng hari Sabtu pagi hari, yak, dokumennya pun cukup paspor + foto + form aplikasi aja, gue disuruh tunggu sampe nanti mereka kabarin, resah juga ya udah jam 4 gak ada kabar, gue samperin lagi konsulernya, katanya dari Warsawa office libur ga ada jawaban, paling cepet hari senin visa jadi. Padahal flightnya ntar malem. Oke jadilah gue merubah haluan rombongan yang mau ke Polandia, diberangkatkan ke Ukraina malam itu juga. Dari pihak Polandia bilang paspor bisa dipinjem buat ke Ukraina dulu kalo udah pulang visa tinggal distikerin ke paspor. NGOK! Pan matchnya malah sbelom ke Ukraina. Baiklah failed with Poland, but anyway thanks to Miss Tanschka.
Akhir cerita, rombongan sukses ke Ukraina malah pake acara perpanjang tinggal segala padahal izin visa udah abis (dikasihnya itungan hari sesuai sama tiket), entah ya itu pada pede-pede bener ga takut di deportasi, meskipun satu rombongan pada dicari polisi digiring ke kantor imigrasi, tapi aman, mereka semua balik dengan membawakan saya pashmina dan coklat2an..
Seneng banget deh bisa liat orang-orang kantor seneng masang display pic ada yang ketemu Fabian Bartez, Cassilas (who da hell these people?) Foto bareng sama manager bolanya siapalah itu (maap yaak sekali lagi gue bukan penggemar bola!) mereka pun dapat pengalaman seru disana, tho’ am not with them. tapi bisa sakses pergi nonton bola🙂

About diannisa

I've never done cruel things or badness. What I do is out for become one who good, a lot of helping people. I am non type one who take a fancy to hypocrisy, dislike, libel and the unrighteous things, as well as liking with too things brighten up. I like with food, its true. But that non something matter which need to lose face or blamed, rite? Just call me foodism. I wish recognized by a many people but really, I dont look for street quickly popularities, I wish they recognize because Im wat Im. Clearly, I love myself by xself, I like by His gift.. Satisfy. Well, it is true not yet enough ( there're no human being enough satisfy), but I out for esteem it. View all posts by diannisa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: